Belajarlah kepada burung

Dalam alquran dan assunnah Alloh banyak menceritakan tentang burung-burung yang memiliki andil yang luar biasa dalam perkembangan dakwah tauhid dan mendidik manusia tentang hal-hal yang perlu ditiru sebagai bekal hidup diantaranya :

Menghancurkan pasukan yang akan menghancurkan ka’bah

ألَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيْلِ

1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah

ألَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيْلٍ

2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?

وَأرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أبَابِيْلَ

3. Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيْلٍ

4. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ

5. Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). [alfiil : 1-5]

Pertanyaan buat kita adalah : sudahkah kita berjihad untuk membinasakan orang-orang kafir sebagaimana yang dilakukan oleh burung ababil ?

Membantu nabi Sulaiman dalam mengenalkan islam kepada ratu Bilqis

Kisah ini dimulai ketika nabi Sulaiman alaihissalam mencari burung Hudhud yang tidak kelihatan dalam pertemuan sehingga nabi Sulaiman alaihissalam bertanya :

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فّقَالَ مَالِي لاَ أرَى الْهُدْهُدَ أمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِيْنَ ؟ لأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيْدًا أوْلَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُّبِيْنٍ

20. Dan Dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, Apakah Dia Termasuk yang tidak hadir.

21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar Dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”.

Akhirnya burung Hudhud menerangkan alasan ketidakhadirannya kepada nabi Sulaiman alaihissalam :

إنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوْتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْئٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيْمٌ. وَجَدْتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ الله وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ فَهُمْ لاَ يَهْتَدُوْنَ

23. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita(1095) yang memerintah mereka, dan Dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.

24. Aku mendapati Dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,

Yaitu ratu Balqis yang memerintah kerajaan Sabaiyah di zaman Nabi Sulaiman.
Maka nabi Sulaiman alahissalam memerintahkannya agar membawa surat yang intinya mengajak Bilqis untuk masuk islam

اذْهَبْ بِّكِتَابِي هذَا فَأَلْقِهْ إلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا يَرْجِعُوْنَ…

28. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”

إنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإنَّهُ بِسْمِ الله الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ألاَّ تَعْلُوْا عَلَيَّ وَأْتُوْنِى مُسْلِمِيْنَ

30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

31. Bahwa janganlah kamu sekalian Berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

Akhirnya Bilqispun menerima islam dan mengucapkan :

قَالَتْ رَبِّ إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمنَ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Berkatalah Balqis:

“Ya Rabb-ku, Sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam”.

Pertanyaan buat kita adalah : sudahkan kita punya andil tersebarnya islam di muka bumi ? sebagaimana yang telah dilakukan burung hudhud ?

Mengajari cara mengubur mayat :

فَبَعَثَ الله غُرَابًا يَبْحَثُ فِى الأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِى سَوْءَةَ أخِيْهِ قَالَ يَاوَيْلَتَى أعَجَزْتُ أنْ أكُوْنَ مِثْلَ هذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِى سَوْءَةَ أخِي فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِيْنَ

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya

.Berkata Qabil: “Aduhai celaka Aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” karena itu jadilah Dia seorang diantara orang-orang yang menyesal

[almaidah : 31]

Dipahami dari ayat ini bahwa manusia banyak pula mengambil pelajaran dari alam dan jangan segan-segan mengambil pelajaran dari yang lebih rendah tingkatan pengetahuannya.
Pertanyaan buat kita adalah : tidakkah malu manusia harus diajari oleh burung sementara burung tidak pernah minta diajari oleh manusia ?

Mengajari kita untuk istiqomah dalam berdzikir kepada Alloh :

ألَمْ تَرَ أنَّ الله يُسَبِّحُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالطَّيْرَ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلاَتَهُ وَتَسْبِيْحَهُ وَالله عَلِيْمٌ بِمَا يَفْعَلُوْنَ

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya (dalam keadaan bertasbih). masing-masing telah mengetahui (cara) sholat dan tasbihnya, dan Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. [annur : 41]

Masing-masing makhluk mengetahui cara shalat dan tasbih kepada Allah dengan ilham dari Allah.

Pertanyaan buat kita adalah : ketika burung sedang terbang di angkasa ternyata tidak meninggalkan tasbihnya kepada Alloh, apakah di setiap aktifitas kita juga senantiasa berdzikir kepada Alloh

Bertawakal kepada Alloh dengan senantiasa mencari rizki

عن أبي هريرة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قال يدخل الجنة أقوام أفئدتهم مثل أفئدة الطير رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Huroiroh rodliyallohu anhu dari nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda : akan masuk ke dalam aljannah satu kaum yang hati mereka berkarakter seperti burung

[HR Muslim]

عن عمر رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال سمعت رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يقول لو أنكم تتوكلون على اللَّه حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا رَوَاهُ التَّرْمِذِيُّ

Dari Umar rodliyallohu anhu aku mendengar rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : seandainya kalian bertawakkal kepada Alloh dengan sepenuh tawakal maka Alloh akan anugerahkan rizki kepada kalian sebagaimana Alloh berikan rizki kepada burung dimana ia keluar dari sarangnya pada pagi hari dalam keadaan temboloknya kosong lalu pulang pada sore hari dalam keadaan sudah kenyang

[HR Tirmidzi]

Pertanyaan buat kita adalah : apakah kita orang yang senantiasa bekerja untuk menghidupi diri sendiri ataukah kita adalah orang yang senantiasa mengandalkan bantuan orang lain ?

Sumber :

http://omanes.blogspot.com/2010/07/belajarlah-kepada-burung.html